Selasa, 31 Oktober 2017

APBN dan APBD

APBN
1.             Pengertian
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, atau disingkat APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.


2.             Tahapan penyusunan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBN
a].    TAHAP PENYUSUNAN
Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR. Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan Undang-Undang tentang APBN selambat-lambatnya 2 bulan sebelum tahun anggaran dilaksanakan.
b].    TAHAP PELAKSANAAN
Setelah APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut dengan Peraturan Presiden.
Berdasarkan perkembangan, di tengah-tengah berjalannya tahun anggaran, APBN dapat mengalami revisi/perubahan. Untuk melakukan revisi APBN, Pemerintah harus mengajukan RUU Perubahan APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR.Perubahan APBN dilakukan paling lambat akhir Maret, setelah pembahasan dengan Badan anggaran DPR.
Dalam keadaan darurat (misalnya terjadi bencana alam), Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya.
c].     TAHAP PERTANGGUNGJAWABAN
Selambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir, Presiden menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN kepada DPR berupa. Laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan.


3.             Teori mengenai APBN
A.      Tujuan APBN
APBN merupakan instrumen untuk mengatur pengeluaran dan pendapatan negara dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan, mencapai pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, produksi, kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran masyarakat dapat ditingkatkan untuk mencapai stabitas perekonomian, dan menentukan arah serta prioritas pembangunan secara umum.
B.      Fungsi APBN
1]       Fungsi otorisasi, mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan, Dengan demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
2]       Fungsi perencanaan, mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut. Bila suatu pembelanjaan telah direncanakan sebelumnya, maka negara dapat membuat rencana-rencana untuk medukung pembelanjaan tersebut. Misalnya, telah direncanakan dan dianggarkan akan membangun proyek pembangunan jalan dengan nilai sekian miliar. Maka, pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mempersiapkan proyek tersebut agar bisa berjalan dengan lancar.
3]       Fungsi pengawasan, berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian akan mudah bagi rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah menggunakan uang negara untuk keperluan tertentu itu dibenarkan atau tidak.
4]       Fungsi alokasi, berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian.
5]       Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan
6]       Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.
C.      Prinsip penyusunan APBN
Berdasarkan aspek pendapatan, prinsip penyusunan APBN ada tiga, yaitu:
Ø             Intensifikasi penerimaan anggaran dalam jumlah dan kecepatan penyetoran.
Ø             Intensifikasi penagihan dan pemungutan piutang negara.
Ø             Penuntutan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dan penuntutan denda.
Sementara berdasarkan aspek pengeluaran, prinsip penyusunan APBN adalah:
Ø             Hemat, efesien, dan sesuai dengan kebutuhan.
Ø             Terarah, terkendali, sesuai dengan rencana program atau kegiatan.
Ø             Semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan atau potensi nasional.
D.      Azas penyusunan APBN
APBN disusun dengan berdasarkan azas-azas:
·               Kemandirian, yaitu meningkatkan sumber penerimaan dalam negeri.
·               Penghematan atau peningkatan efesiensi dan produktivitas.
·               Penajaman prioritas pembangunan
·               Menitik beratkan pada azas-azas dan undang-undang Negara
v         DPR RI UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
v         DPR RI UU Nomor 47 Tahun 2009 tentang APBN 2010. Pasal 23 Ayat 2 & 3. Departemen Keuangan RI.


4.             Sumber-sumber Penerimaan Negara
A.      Penerimaan Dalam Negeri
1.       Penerimaan Perpajakan
a].     Pajak Dalam Negeri
1]        PPh Migas dan Non Migas
2]        PPN
3]        PBB
4]        BPHTB
5]        Cukai
6]        Pajak Lainnya
b].    Pajak Perdagangan Internasional
1]        Bea Masuk
2]        Pajak Ekspor
2.       Penerimaan Bukan Pajak
a].      Penerimaan SDA
b].      Bagian Laba BUMN
c].      Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) Lainnya
B.      Hibah


5.             Jenis-jenis belanja APBN
I.              Belanja Pemerintah Pusat
A.       Pengeluaran Rutin
a].      Belanja Pegawai
b].      Belanja Barang
c].      Pembayaran Cicilan dan Bunga Utang
d].      Subsidi
e].      Pengeluaran Rutin Lainnya
B.       Pembiayaan pembangunan
a.        Pembiayaan Pembangunan Rupuah
b.        Pembiayaan Proyek
II.            Belanja Untuk Daerah (Dana Perimbangan)
1.       Dana Perimbangan
a].     Dana Bagi Hasil
b].     Dana Alokasi Umum
c].     Dana Alokasi Khusus
2.       Dana Otonomi Khusus dan Penyeimbang


APBD
1.             Pengertian
Menurut UU No.32 tahun 2003, APBD diartikan sebagai rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemda dan DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA).


2.             Landasan Hukum
a.       UU No. 32 tahun 2003
b.       UU No. 33 tahun 2003
c.       Kep. Mendagri No. 29 tahun 2002


3.             Tujuan APBD
Sebagai Pedoman Pendapatan dan Belanja dalam melaksanakan kegiatan Pemerintah Daerah, sehingga segala bentuk pemborosan dan penyelewengan dapat dihindari.


4.             Fungsi APBD
Pada prinsipnya fungsi APBD sama dengan APBN, yakni Fungsi Alokasi, Otorisasi, Perencanaan, Distribusi, Stabilisasi. Fungsi Alokasi lebih efektif dilaksanakan oleh Pemda, sedang Pemerintah Pusat Lebih Efektif melaksanakan fungsi Distribusi dan Stabilisasi.


5.             Penyusunan APBD
Tahapan Penyusunan APBD:
1]        Pemda menyusun RAPBD atas usulan Perangkat daerah yang diusulkan dalam bentuk Rencana Anggaran Kegiatan (RAK)
2]        Pemda mengajukan kepada DPRD
3]        DPRD mengadakan sosialisasi ke masyarakat untuk mendapatkan masukan sebelum dibahas
4]        DPRD membahas RAPBD bersama Tim Anggaran Eksekutif
5]        RAPBD yang telah disetujui disahkan menjadi APBD


6.             Pelaksanaan APBD
Berdasar APBD yang sudah disahkan, Kepala Daerah menetapkan RAK menjadi DPA (Daftar Penggunaaan Anggaran)


7.             Sumber-sumber Penerimaan Daerah
Penerimaan Pemerintah daerah bersumber dari :
1].     Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli daerah berasal dari :
a].     Pajak Daerah
b].     Retribusi Daerah
c].     Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
d].     Lain-lain PAD yang sah
2].     Dana Perimbangan
a].     Dana Bagi Hasil adalah dana yang berasal dari Pusat berdasarkan prosentase hasil pajak dan kekayaan alamuntuk mendanai kebutuhan daerah
b].     Dana Alokasi Umum adalah dan yang berasal dari pusat untuk tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah dengan memperhatikan potensi jumlah penduduk, luas wilayah, keadaan geografis, dll.
c].     Dana Alokasi Khusus adalah dana yang berasal dari pusat untuk tujuan membiayai kebutuhan khusus daerah yang sesuai prioritas nasional
3].     Pendapatan Lain-lain
a].     Hibah
b].     Dana Darurat
4].     Pinjaman Daerah


8.             Jenis Pengeluaran Pemerintah Daerah
Pembelanjaan Daerah terdiri dari :
1].     Belanja Aparatur Daerah
a].     Belanja Administrasi Umum
b].     Belanja operasi dan pemeliharaan
c].     Belanja modal
2].     Belanja Pelayanan Publik
a].     Belanja Administrasi Umum
b].     Belanja operasi dan pemeliharaan
c].     Belanja modal
3].     Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan
4].     Belanja tidak tersangka


6.             Kebijakan Anggaran/Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiscal adalah suatu instrumen yang digunakan oleh pemerintah dalam rangka mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi melalui pengendalian pajak dan pengeluaran pemerintah.
Tujuan Kebijakan Fiskal
Kebijakan yang diambil pemerintah di bidang fiscal mempunyai beberapa tujuan, yakni
1. menciptakan stabilitas perekonomian,
2. memacu atau mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi,
3. memperluas dan menciptakan lapangan kerja,
4. menciptakan terwujudnya keadilan social bagi masyarakat, dan
5. mewujudkan pendistribusian dan pemerataan pendapatan.
Jenis Kebijakan Fiskal
1.       kebijakan Anggaran Defisit
      Kebijakan anggaran defisit adalah kebijakan anggaran dimana pengeluaran pemerintah lebih besar dibandingkan dengan penerimaan dalam satu tahun anggaran.
2.       Kebijakan Anggaran surplus
      Kebijakan anggaran surplus adalah kebalikan dari kebijakan anggaran defisit. Kebijakan ini menyatakan penerimaan pemerintah lebih besar dari pengeluaran pemerintah.
3.       Kebijakan Anggaran Berimbang
Kebijakan ini menyatakan suatu keadaan penerimaan pemerintah sama besar dengan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini sering dipakai oleh pemerintah orde baru.
4.       Kebijakan Dinamis
Adalah suatu bentuk anggaran apabila sisi penerimaan dari tahun ke tahun ditingkatkan dan terbuka kemungkinan pengeluaran juga meningkat, sehingga APBN selalu dalam keseimbangan.
7.             Pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian:
a].     Kegiatan pembangunan bidang ekonomi tertentu dapat lebih terarah, sesuai prioritas pembangunannya
b].     Keadaan perekonomian dapat lebih kondusif bagi dunia usaha
c].     Harga barang dan jasa dapat terkontrol sesuai daya beli masyarakat
d].     Tingkat produktivitas perusahaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
e].     Terjadi Distribusi pendapatan bagi masyarakat secara lebih merata


Sumber: http://suryantosmasatumlati.blogspot.co.id/2011/04/apbn.html

72 Tahun Merdeka, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?

Ilustrasi pendidikan nasional
Hasil gambar untuk pendidikan di indonesia


Ilustrasi pendidikan nasional (M LATIEF/KOMPAS.com)


KOMPAS.com – Kala itu, Jumat, 17 Agustus 1945, hari yang dinanti-nantikan masyarakat Indonesia tiba. Segenap masyarakat memenuhi pelataran rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta, menunggu pembacaan teks proklamasi.

Matahari belum terlalu tinggi saat Soekarno keluar dari rumahnya dan membaca teks dengan lantang melalui pengeras suara.

Didampingi Mohammad Hatta, ia membawa masyarakat Indonesia terlarut dalam euforia kemerdekaan setelah lebih dari tiga setengah abad dijajah asing.

Tak terasa, kini sudah 72 tahun momen tersebut berlalu. Masih lekat dalam ingatan, kemerdekaan berarti komitmen untuk gerak bersama membangun negeri dalam setiap sendi kehidupan, termasuk pendidikan.

Sayangnya, salah satu cita-cita luhur kemerdekaan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, seolah masih jauh dari ideal. Masih banyak anak bangsa yang belum dapat mencicipi pendidikan dengan layak.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 2016, lebih dari satu juta anak putus sekolah pada jenjang sekolah dasar (SD) dan tak melanjutkan ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Jika digabung antara yang tidak tamat SD-SMP, maka ada sekitar 4,3 juta anak yang tak mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun.

Akibatnya, sekitar 40 persen angkatan kerja Indonesia merupakan lulusan SD. Kondisi itu tentunya menghambat upaya Indonesia untuk bersaing di kancah global.

Padahal, konstitusi telah menjamin hak setiap warga negara untuk mendapat pendidikan sebagaimana termaktub pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28C.

”Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia,” demikian bunyi pasal tersebut.

Meskipun sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah, tampaknya perjuangan mewujudkan amanat konstitusi di bidang pendidikan masih cukup panjang. Upaya ekstra dibutuhkan untuk memastikan setiap warga negara meraih hak sama di sektor tersebut.

Anggaran pendidikan memang telah dialokasikan sebesar 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Akan tetapi, beragam persoalan yang menghampiri dunia pendidikan seakan terus jadi pekerjaan rumah.

Tantangan

Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dikeluarkan United Nations Development Programme (UNDP) pada 2016, Indonesia meraih angka sebesar 0.689. Nilai tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori pembangunan manusia menengah, berada di peringkat 113 dari 188 negara.

Salah satu sorotan UNDP adalah kesenjangan pendidikan Indonesia yang lebih tinggi dari rata-rata di Asia Timur dan Pasifik.

Kondisi di atas tentunya menjadi tantangan bagi Indonesia dalam konteks pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai agenda pembangunan dunia hingga 2030.

Utamanya, dalam meraih tujuan keempat yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar untuk semua.

“Persoalan yang mendesak diperbaiki dari pendidikan kita adalah akses dan juga kualitasnya,” ujar Ketua Pengurus Tanoto Foundation, Sihol Aritonang, Kamis (27/7/2017).

Karena itu, sejak memulai kegiatan pada 1981, Tanoto Foundation—lembaga filantropi swasta—berupaya terlibat aktif dalam menaikkan derajat pendidikan Tanah Air.

Melalui program beasiswa, contohnya. Lembaga itu telah memberikan lebih dari 6.000 beasiswa untuk mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Hal ini salah satu upaya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) jenjang pendidikan tinggi, di mana pada 2015 hanya berada di tingkat 33 persen.

Sementara itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah pedesaan, Tanoto Foundation telah menjangkau lebih dari 500 sekolah di pedalaman Sumatera Utara, Riau, dan Jambi melalui program bertajuk Pelita Pendidikan.

Sihol melanjutkan, berbagai upaya juga dilakukan pihaknya melalui pelatihan guru, pengembangan perpustakaan sekolah, peningkatan minat serta kemampuan membaca siswa, serta peningkatan kualitas lingkungan sekolah.

Akan tetapi, aksi itu saja tak cukup. “Kami tidak dapat bergerak sendiri. Butuh kerja sama yang lebih kuat dari pemerintah dan pihak swasta lainnya,” tutur Sihol.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang dijanjikan Presiden Joko Widodo untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan Tanah Air.

Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Kamis (6/10/2016), Presiden meminta agar anggaran pendidikan dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

“Saya minta dilakukan perombakan besar-besaran untuk peningkatan kualitas pendidikan," tegas Presiden dalam rapat terbatas untuk membahas penggunaan APBN saat itu.

Memperbaiki kualitas pendidikan butuh solusi lebih dari banyak pihak, baik swasta maupun masyarakat. Semakin banyak pihak yang bersinergi, akan semakin besar pula dampaknya bagi masa depan dunia pendidikan Indonesia.


Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2017/08/18/06490021/72-tahun-merdeka-apa-kabar-pendidikan-indonesia-

Jokowi: Pendidikan Harusnya Bukan Sekedar Rutinitas

Jokowi: Pendidikan Harusnya Bukan Sekedar Rutinitas 
Jokowi: Pendidikan Harusnya Bukan Sekedar Rutinitas


Presiden Joko Widodo saat perayaan Hari Sumpah Pemuda di halaman Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10). (CNN Indonesia/)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan sebagai salah satu pekerjaan besar negara di dunia pendidikan. Menurutnya, salah satu hambatan menghubungkan 17 ribu pulau membuat pendidikan sulit terjangkau dari pusat ke daerah.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, ia mengungkapkan penggunaan aplikasi agar bisa memberikan akses pendidikan yang merata di seluruh daerah.

"Perubahan akan nampak kalau kita berani menggunakan aplikasi-aplikasi sistem yg memudahkan anak-anak untuk belanja, senang kalau anak-anak tidak hanya belajar di ruangan saja," ungkap Jokowi di tengah dialog dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/10).
Lihat juga: Jokowi Awali Acara Sumpah Pemuda dengan Main Badminton
Ucapan Jokowi untuk menjawab pertanyaan pendiri Ruangguru.com, Adamas Belva Devara yang mengeluhkan rutinitas pendidikan di Indonesia yang menurutnya perlu dirombah.


Dalam dialog dengan Jokowi, Adaman menyebut Indonesia memerlukan waktu 120 tahun jika sistem pendidikan belum ada perubahan jika ingin menandingi kualitas pendidikan di Amerika.

Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan pendidikan seharusnya bukan lagi menjadi sebuah rutinitas. Anak-anak bisa didorong untuk dihadapkan pada masalah dan tantangan sesuai dengan level masing-masing.
Lihat juga: Wiranto: Sumpah Pemuda, Sumpah yang Saya Anggap Abadi

"Misalnya, kenapa anal SD tidak dibawah ke bank untuk mengenal sistem keuangan, atau ke pabrik garmen untuk melihat proses kerja," jelasnya.

Dengan cara itu, Jokowi menerangkan keterbatasan pendidikan bisa diatasi. (evn)


Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171028114121-20-251788/jokowi-pendidikan-harusnya-bukan-sekedar-rutinitas/

Beasiswa Jadi Motivasi Lanjutkan Pendidikan

Beasiswa Jadi Motivasi Lanjutkan Pendidikan
Beasiswa Jadi Motivasi Lanjutkan Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Syafruddin MSi berfoto bersama dengan penerima beasiswa PT RAPP. Penyerahan beasiswa ini dilakukan secara simbolis di BPPUT Town Site 2, Pangkalan Kerinci.



PANGKALAN KERINCI – Sebanyak 300 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di lima kabupaten di Riau, yakni Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Kepulauan Meranti, dan Kuansing menerima beasiswa dari Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Bantuan pendidikan ini diberikan pada Selasa, (32/10) di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Town Site 2, Pangkalan Kerinci.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, Drs Syafruddin Msi pemberian beasiswa kepada siswa SMA dan SMK di Pelalawan ini selaras dengan program pemerintah. Ia apresiasi dengan perusahaan atas partisipasinya untuk memajukan pendidikan dan hal tersebut merupakan investasi demi mewujudkan generasi berdaya saing tinggi.
“Pelalawan sendiri memiliki program Pelalawan Cerdas yang diinisiasi oleh Bupati Pelalawan, H M Harris. Semua anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas itu tanpa membedakan kelas sosial maupun tingkat perekonomian keluarga. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan RAPP kepada dunia pendidikan di Riau, khususnya Pelalawan,” ujar Syafruddin.
Satu dari ratusan penerima beasiswa, Sundari (19) yang berasal dari SMAN 1 Pelalawan bersyukur mendapatkan beasiswa. Sebab, beasiswa ini sangat meringankan orangtuanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Dusun I Desa Sering, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Bagi siswa kelas 12 ini, beasiswa tersebut menjadi motivasi untuk semangat melanjutkan sekolah hingga ke tingkat perguruan tinggi.
Ads
“Alhamdulillah, meringankan beban orang tua. Dulu setelah lulus SMP, saya tidak bisa melanjutkan langsung ke SMA karena masalah biaya. Akhirnya saya bekerja di kantor desa selama setahun. Gaji dari sana saya gunakan untuk masuk ke SMAN 1 Pelalawan. Kelas 11, Alhamdulillah dapat beasiswa dari RAPP. Saya senang bisa sekolah dan sekarang kelas 12 masih berlanjut,” ujar Sundari.
Direktur CD RAPP, Marzum mengatakan keberlanjutan pendidikan generasi penerus bangsa bukan jadi perhatian pemerintah saja. Perusahaan juga harus bergerak mendukung pendidikan lewat program beasiswa. Beasiswa yang diberikan RAPP ini merupakan komitmen perusahaan bubur kertas dan kertas terhadap masyarakat, terutama pada dunia pendidikan di Riau.
“Kriteria peraih beasiswa ini adalah siswa yang kurang mampu dan memiliki kemauan yang kuat untuk sekolah. Beasiswa ini untuk siswa kelas 11 ke atas. Tahun 2017 ini, ada 300 siswa yang memperoleh beasiswa tersebut. Perusahaan tidak hanya memberikan beasiswa untuk tingkat menengah saja, tetapi juga untuk mahasiswa. Hal ini sesuai dengan prinsip 5C, baik untuk masyarakat (community), negara (country), iklim (climate), pelanggan (customer), barulah untuk perusahaan (company),” pungkasnya.


Sumber: https://www.goriau.com/berita/umum/beasiswa-jadi-motivasi-lanjutkan-pendidikan.html

Konflik Sosial

A. PENGERTIAN KONFLIK
Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya terdapat interaksi sosial yang terjadi baik antar perseorangan atau antar kelompok, maupun antara kelopok dengan individu. Nah, di dalam interaksi tersebut, terdapat kemungkinan-kemingkinan untuk timbulnya konflik. Maka dari itu, kita akan membahas apa itu konflik sosial.
Hasil gambar untuk konflik sosial


Kata konflik berasal dari bahasa Latin “confegere” yang berarti saling memukul. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik berarti pertentangan, percekcokan, atau perselisihan. Dalam sudut ilmu sosiologi, konflik sosial dapat diartikan sebagai berbagai masalah sosial yang menimbulkan pertentangan dalam kehidupan masyarakat atau bernegara, yang disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat atau pandangan tertentu, akibat tidak adanya rasa toleransi dan perasaan saling mengerti akan kebutuhan individu masing-masing.
Pengertian, Penyebab, Bentuk dan Dampak Konflik Sosial


PENGERTIAN, PENYEBAB DAN DAMPAK KONFLIK SOSIAL
Terdapat beberapa definisi konflik sosial yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya :
1. Soejono Seokanto
Konflik sosial adalah suatu bentuk proses soial dimana individu atau kelompok berusaha untuk mencapai tujuannya dengan cara menantang individu atau kelompok lainyang disertai dengan ancaman atau kekerasan

2. Robins
Menurut Robins, konflik sosial merupakan suatu proses dimana suatu pihak merasa dirugikan dan pihak tersebut telah memberikan efek negative kepada pihak yang lain

3. Alabaness
Konflik adalah suatu keadaan dimana diantara kelompok yang bermasalah tidak mencapai suatu kata sepakat, hingga akhirnya masalah tersebut dapat mempengaruhi kehidupan kedua belah pihak

4. Gillin
Merupakan bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, budaya, dan juga perilaku

5. Robert M.Z Lawang
Konflik sosial dalam pandangan Robert adalah sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan, dan lain-lain

6. Minnery
Konflik sosial adalah interaksi yang terjadi antara individu atau kelompok yang satu dengan individu atau kelompok yang lain yang saling berhubungan, saling ketergantungan, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan

7. Lewis A.Coser
Konflik sosial adalah sebuah perjuangan mengenai nilai-nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, yang bermaksud untuk menetralkan, menciderai, atau menjatuhkan pihak lawan

B. FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KONFLIK SOSIAL
1. Memiliki Perbedaan Pandangan
Perbedaan pandangan dan pendapat seringkali menjerumuskan kedua kelompok atau lebih terlibat dalam konflik sosial. Perbedaan-perbedaan pandangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan cara berpikir serta tujuan akhir yang ada pada masing-masing kelompok. Perbedaan ini sebenarnya dapat dihindari apabila di dalam kelompok tersebut memiliki suatu perasaan saling menghormati dan rasa toleransi yang tinggi

2. Saling Bergantung
Antara kelompok satu dengan yang lainnya pasti saling memiliki ketergantungan untuk mencapai suatu tujuan. Hingga sikap saling ketergantungan tersebutlah dapat menimbulkan konflik jika tidak adanya persatuan tujuan antara kedua kelompok

3. Masalah Komunikasi
Komunikasi merupakan modal utama dalam melakukan proses sosialisasi. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka kemungkinan untuk timbulnya konflik semakin besar, dikarenakan maksud dan tujuan yang disampaikan tidak sepenuhnya didengar akibat komunikasi yang kurang baik

4. Adanya Struktur Organisasi
Dalam sebuah organisasi atau kelompok, pastilah memiliki structural dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mempermudah dalam mencapai tujuan bersama. Namun, seringkali antara struktur yang satu dengan yang lain tidak mencapai kata sepakat dalam menyelesaikan suatu permasalahan, sehingga timbullah konflik

5. Perbedaan Sifat Manusia
Kita semua mengetahui, bahwasanya terdapat berbagai macam kepribadian manusia di lingkungan kita. Antara orang yang satu dengan yang lain tentunya memiliki kepribadian yang berbeda. Ada yang memiliki rasa memahami yang besar, ada orang yang egois, ada orang yang dictator, dan lain sebagainya

Menurut Loepold von Wiese dan Howard Becker, secara umum terdapat empat (4) faktor utama penyebab terjadinya konflik, yaitu :
Perbedaan Individual
Perbedaan Kebudayaan
Perbedaan Kepentingan
Perbedaan Sosial
Sedangkan menurut teori konfil sosial, terdapat 4 faktor utama penyebab timbulnya konflik yang terjadi dalam masyarakat, yaitu :
Adanya pandangan atau persepsi bahwasanya konflik merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan
Sedikitnya saluran-saluran untuk menampung keluhan masyarakat kelas bawah, dan lambatnya mobilitas sosial ke atas
Tidak meratanya pendistribusian sumber daya di dalam masyarakat
Ditariknya kembali legitimasi penguasa politik oleh rakyat kelas bawah
Melemahnya kekuasaan negara dengan mobilisasi masyarakat bawah dan/atau elit


C. MACAM – MACAM JENIS KONFLIK SOSIAL
1. Konflik Sosial
Sebenarnya, konflik sosial merupakan suatu haris besar dari berbagai macam konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Baik antar kelompok, antar individu, dan lain sebagainya, jika telah adanya konflik yang terjadi antara lebih dari satu orang, maka dapat dikatakan konflik sosial

2. Konflik Antar Kelompok
Konflik ini terjadi antara kelompok yang satu dengan yang lainnya, bisa jadi antar dua kelompok, atau lebih. Konflik antar kelompok umumnya disebabkan karena perbedaan tujuan dan persaingan yang tidak sehat dalam mencapai tujuan kelompok masing-masing

3. Konflik Antar Negara (Internasional)
Konflik ini terjadi antar dua negara atau lebih. Biasanya, konflik ini dipicu oleh adanya satu pihak yang keberatan dengan kebijakan-kebijakan negara yang lainnya, sehingga timbullah konflik

4. Konflik Antar Partai Politik atau Organisasi (Politik)
Konflik ini juga sama seperti konflik yang terjadi antar kelompok, dimana terjadi perselisihan antara partai atau organisasi satu dengan partai atau organisasi yang lainnya.

5.  Konflik Antar Individu Dengan Kelompok
Konflik ini ditimbulkan oleh karena adanya kelompok-kelompok tertentu yang tidak sependapat dengan individu atau perseorangan, sehingga timbullah konflik

6. Konflik Rasial
Merupakan konflik yang terjadi antara suku atau ras yang satu dengan yang lain, yang disebabkan karena adanya perbedaan fisik

G. BENTUK – BENTUK KONFLIK SOSIAL
1. Berdasarkan Posisi Pelaku
Konflik Horizontal, merupakan konflik yang terjadi antara ndividu atau kelompok yang mempunyai kedudukan yang relatif sama
Konflik Vertikal, yaitu konflik yang terjadi antar komponen masyarakat yang memiliki structural
Konflik Diagonal,
Merupakan konflik akibat tidak meratanya pendistibusian sumber daya ke setiap organisasi sehingga muncullah konflik yang ekstrem
2. Berdasarkan Sifatnya
Konflik Destruktif, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perasaan dendam atau benci kepada kelompok lainnya
Konflik Konstruktif, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan antar kelompok
3. Berdasarkan Sifat Pelakunya
Konflik Terbuka, ialah konflik yang diketahui oleh semua pihak, seperti konflik antara Israel dan Palestina
Konflik Tertutup, yaitu konflik yang hanya diketahui oleh orang tertentu saja, seperti konflik dalam keluarga


E. DAMPAK KONFLIK SOSIAL
1. Dampak Negatif
Meningkatnya solidaritas sesame anggota kelompok yang berkonflik dengan kelompok yang lain, karena memiliki pemahaman yang sama untuk menjatuhkan pihak lawan
Keretakan hubungan antar kelompok atau individu yang bertikai atau berkonflik
Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
Perbuahan kepribadian pada individu, misalnya timbul dendam, benci, dan saling curiga
2. Dampak Positif
Tuntasnya Permasalahan, maksudnya, jika misalnya terjadi perbedaan pendapat dalam suatu diskusi atau forum, maka pastinya hal tersebut akan lebih lengkap untuk dijelaskan, sehingga akan tuntas
Dapat berfungsi sebagai sarana-sarana untuk mencapai keseimbangan kekuatan-kekuatan di dalam masyarakat
Dapat menghidupkan kembali norma lamadan menciptakan norma baru
Memungkinkan adanya penyesuaian kembali terhadap norma-norma lama yang dianggap tidak bisa mewakili kehidupan sekarang


F. TERTIB SOSIAL
Tertib sosial merupakan suatu keadaan dimana masyarakatnya sudah tidak lagi melakukan konflik sosial. Suatu kelompom masyarakat dapat digolongkan ke dalam tertib sosial apabila mencakup hal-hal berikut, yaitu :
Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas
Individu ataupun kelompok yang berkonflik sebelumnya telah memahami dan mengetahui norma-norma sosial yang berlaku
Individu ataupun kelompok tersebut harus dapat menyesuaikan diri serta tindakannya terhadap norma-norma sosial yang berlaku


G. CARA MENGATASI KONFLIK SOSIAL
1. Paksaan (Koersi)
Cara ini dilakukan oleh pihak-pihak yang kuat secara fisik ataupun kekuatan dan dayanya untuk menekan dan memaksa pihak-pihak yang berkonflik untuk menyudahi perselisihan mereka. Paksaan ini dapat dilakukan secara psikologis maupun secara fisik. Pihak yang memaksa pada dasarnya juga mengajukan syarat-syarat perdamaian yang harus disetujui oleh kedua belah pihak

2. Arbitrasi
Arbitrasi merupakan proses mengatasi konflik dengan menggunakan jasa pihak ketiga sebagai penengah dan pemngambil keputusan. Arbitrasi sendiri berarti keputusan wasit. Pihak ketiga ini dipilih secara bebas oleh kedua belah pihak yang bersengketa, dan ia berhak menentukan cara-cara penyelesaian konflik tanpa harus terikat dengan hukum dan peraturan.

3. Mediasi
Proses mediasi ini juga menggunakan pihak ketiga dalam upaya menyelesaikan konflik, akan tetapi bedanya dengan arbitrasi ialah, pada proses mediasi, pihak ketiga yang digunakan ialah pihak yang memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak yang bersengketa. Sang mediator mengusulkan syarat-syarat perdamaian kepada kedua belah pihak, dan seterusnya keputusan akhir tetap diputuskan oleh pihak yang berkonflik.

4. Negosiasi
Negosiasi merupakan proses penyelesaian masalah dengan menggunakan iktikad baik dari kedua belah pihak dengan cara mengadakan musyawarah secara bersama-sama dan menyampaikan pokok permasalahan dan upaya penyelesaian.

Sumber: http://www.ilmudasar.com/2016/12/Pengertian-Penyebab-Bentuk-Dampak-Konflik-Sosial-adalah.html

Selasa, 17 Oktober 2017

Pantai Timang, Destinasi Jogja yang Jadi Lokasi Syuting ‘Running Man’


Pantai Timang
Pantai Timang

Penggemar variety show Korea Selatan pasti tidak asing lagi dengan Running Man. Yap, program acara yang ditayangkan di stasiun televisi SBS ini menyedot perhatian dengan tingkah kocak pemain serta bintang tamu saat memainkan permainan. Setelah melakukan syuting di Pulau Komodo, kabarnya Lee Kwang Soo dan temannya bakal menjajal syuting di salah satu kabupaten di Jogja. Wah, di mana sih tempatnya?

Baca juga : Gunungkidul Punya Flying Fox Terpanjang Kedua di Asia, Berani Coba?

Pantai Timang yang Populer dengan Kereta Gantung Tradisional


Kereta gantung di Pantai Timang
Kereta gantung di Pantai Timang [image source]
Objek wisata yang bakal menjadi tempat syuting pemain Running Man ini adalah Pantai Timang. Terletak sekitar tiga jam dari Yogyakarta, pantai ini mempunyai dua bagian dengan karakteristik berbeda. Bagian timur memiliki panorama yang eksotis dengan pasir putihnya yang nampak hangat dipandang mata. Tapi berbeda 180 derajat ketika menengok di sebelah barat. Di sana ada sebuah pulau yang hanya berisi batuan cadas berukuran besar. Pulau berbatu ini bernama Pulau Timang. Nah yang paling menarik dari pantai ini adalah kereta gantung yang pastinya bakal memacu adrenalinmu.

Jembatan di Pantai Timang
Jembatan di Pantai Timang [image source]

Keindahan Lautan dari Atas Kereta Fenomenal


Keindahan ombak di Pantai Timang
Keindahan ombak di Pantai Timang [image source]
Nah, sensasi seru saat menyeberang menggunakan kereta gantung awalnya bakal membuat kakimu gemeteran. Namun kamu bakalan terpana dengan deburan ombak di laut yang sedikit menerpa wajah dan tubuh. Sementara itu, keindahan lautan yang eksotis bakal membuatmu lupa jika tengah berada di ketinggian 9-11 meter dari permukaan laut. Nah, dari atas sini lah beberapa wisatawan mengabadikan foto cantik yang tentu saja membuat siapapun iri. Wah, kira-kira seperti apa yang jalannya syuting pemain Running Man saat naik kereta ini?

Pemandangan deburan ombak di Pantai Timang
Pemandangan deburan ombak di Pantai Timang [image source]

Gardu Pandang serta Pantai Eksotis di Gunungkidul


Gardu Pandang Pantai Timang
Gardu Pandang Pantai Timang [image source]
Biaya menyeberang ke Pantai Timang sekitar Rp150.000 sekali berangkat. Nah, untuk kamu yang tidak berminat untuk menyebrang dengan kereta, ada jembatan yang menghubungkan daratan dengan pantai tersebut. Selain menyediakan akses menuju pulau kecil, objek wisata ini juga menawarkan gardu pandang dengan pemandangan laut selatan yang eksotis. Nah, makin berminat untuk liburan ke sini kan?

Gardu pandang dengan keindahan laut selatan
Gardu pandang dengan keindahan laut selatan [image source]

Rute Menuju Pantai Timang


Keindahan pantai Timang
Keindahan pantai Timang [image source]
Pantai Timang ini bisa kamu kunjungi di Pedukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute menuju destinasi tersebut bisa dimulai dari Kota Wonosari kemudian menuju ke Pantai Baron. Kemudian setelah pertigaan Mulo, arahkan kendaraan menuju Pantai Siung. Jangan salah, setelah kawasan tersebut jalan bebatuan serta terjal bakal menyapamu. Meski melelahkan, tetap saja keindahan alam di Pantai ini bakal membuatmu terpana.

Akses Menuju Pantai Timang
Akses Menuju Pantai Timang [image source]

Menyantap Makanan Enak di Omah Pring


Omah Pring Gunungkidul
Omah Pring Gunungkidul [image source]
Selain Pantai Timang, Gunungkidul juga memiliki banyak objek wisata yang menarik lainnya. Namun, jarak tempuh untuk sampai lokasi cukup jauh. Nah, karena itu pula ada baiknya untuk mampir ke Omah Pring. Yap, sebuah kedai sederhana yang sering dijadikan wisatawan untuk beristirahat usai pulang dari Pantai Timang. Nah, soal rasa dari makanan di sini, enak loh!

Jembatan di Pantai Timang Gunungkidul
Jembatan di Pantai Timang Gunungkidul [image source]
Alamat: Jl. Pantai Selatan Jawa, Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telepon: 0856-4200-0899

sumber: https://travelingyuk.com/pantai-timang/53706/

Tempat Hunting yang Bagus di Bandar Lampung

Buat kalian yang mau nyari tempat hunting foto yang bagus di Bandar Lampung, berikut ini beberapa rekomendasi saya:

1. Puncak Mas Bandar Lampung, tempat nongkrong di Bandar Lampung paling kece


tempat hunting yang bagus di bandar lampung

Tempat hunting yang bagus di Bandar Lampung yang pertama ada Puncak Mas Bandar Lampung. Sejak pertama kali dibuka pada November 2016 lalu, Puncak Mas Bandar Lampung ini telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lampung.

Suasananya enak banget buat nongkrong di sini, ada live music juga, sekaligus mencicipi kulinernya yang rasanya gak bakal bikin kecewa kalian.

Rumah-rumah pohon dengan background pemandangan kota Bandar Lampung menjadikan Puncak Mas ini recommended banget buat dijadikan tempat hunting foto di Lampung.

2. Muncak Teropong Laut alias Muncak Tirtayasa Bandar Lampung


muncak tirtayasa bandar lampung

Buat kalian yang pengin menikmati pemandangan yang indah banget di Lampung, wajib deh dateng ke tempat hunting foto yang satu ini.

Pemandangan di bawah Muncak berupa laut Teluk Lampung yang biru membuat mata kita takjub tak henti-hentinya.

Malam hari pun tak kalah cantiknya, hiasan lampu-lampu yang ada di bawah membuat pengunjung tak bisa mengedipkan mata.

Lokasi Muncak Tirtayasa Lampung sebenarnya masuk ke Pesawaran, tapi karena letaknya deket banget dengan kota Bandar Lampung jadi saya masukkan ke tulisan ini.

3. Taman Kupu-kupu Gita Persada, taman di Bandar Lampung yang ramah buat anak-anak, plus Penangkaran Rusa Tahura War Juga


Saya paling suka dengan rumah-rumah pohon yang ada di Taman Kupu Gita Persada ini, asyik buat wisata keluarga, dan tentunya ngajakin anak kecil seumuran Alya.

Rindangnya pepohonan membuat suasana alamnya menenangkan. Menghabiskan akhir pekan di taman wisata di Bandar Lampung ini cocok banget buat kalian yang butuh ketenangan.

Lokasinya deket kok dari kota Bandar Lampung, bisa ditempuh lewat Kemiling atau lewat Wira Garden Lampung.


Sekalian ke Taman Kupu-kupu Gita Persada, jangan lupa juga untuk mampir ke Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdul Rahman, karena lokasinya memang berjejeran. 

4. Alam Wawai Bandar Lampung


alam wawai bandar lampung

Masih dengan suasana perbukitan di Bandar Lampung, dekat dengan Puncak Mas Lampung dan Summit Bistro, ada Alam Wawai Bandar Lampung yang cocok juga buat dijadikan tempat foto prewedding.

Dari Alam Wawai Eco Park ini kita bisa melihat pemandangan laut Teluk Lampung dan Kota Bandar Lampung dari ketinggian.

Disediakan juga tenda camping bagi yang ingin bermalam/kemah di Alam Wawai Lampung.

5. Camp 91 Kedaung



Tempat hunting yang bagus di Bandar Lampung yang terakhir ada Camp 91 Kedaung yang lokasinya gak terlalu jauh dari SPN Kemiling.

Karena lokasinya berada di dataran tinggi, membuat tempat ini asyik juga buat hunting foto sekaligus jalan-jalan keluarga.

Sumber: http://www.jumanto.com/2017/07/tempat-hunting-yang-bagus-di-bandar-lampung.html